Oct
Mewarnai Batik
Filed Under (Cara Membuat) by sbw on 22-10-2009
Tagged Under : breien, koperasi, wanita
Pelatihan ketrampilan batik yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu mendapatkan antusias yang cukup besar dari anggota koperasi wanita Setia Bhakti Wanita Jawa Timur, kecintaan pada batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia mendorong semangat anggota kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur untuk tetap melestarikannya dengan cara mengikuti pelatihan ketrampilan batik. Setelah pembahasan mengenai cara mengolah kain batik dan sejenisnya, berikut adalah proses pewarnaan pada kain batik.
Alat-alat yang dibutuhkan :
- 1 timbangan surat
- 1 gelas untuk takeran soda dari 100 cc atau pipet (tetesan)
- 1 gelas untuk takeran air dari 500 cc
- 2 mangkok soto yang besar
- 2 sendok bebek dari plastik
- 1 pasang sarung tangandari karet
- 1 sikat untuk cucian
- 2 pensil atau kuas yang kecil untuk “nyolet”
- 1 gawang untuk jemuran / tali dariu plastic
Obat-obatan yang dipakai untuk membuat warna berupa puder terdiri dari 2 macam, yaitu :
1. Napthol
Harus dicampur dengan cairan soda (loog), kalau sudah campur di beri air mendidih sampai jernih lalu diberi air dingin
2. Garam
Cukup di beri air dingin
Cara membuat Loog :
Cairan soda sebanyak 441 gr, caustik soda (soda air), 1 liter Gedistileerd water (dapat beli di apotik). Semua ini dicampur jadi satu supaya cair. Kalau sudah cair diukur dengan ukuran yang namanya “Baume”. Ukuran cairan soda harus terdapat 360 be (baume),baru dapat di pakai.
Perbandingan :
1. Naphtol dan Soda : 1 gr napthol, 1 ½ cc loog (air soda), 250 cc air (terdiri 100 cc air mendidih dan 150 cc air dingin )
2. Naphtol dan garam : 1 gr naphtol, 2/3 garam, 250 cc air dingin.
Cara mencairkan obat-obat tersebut :
1. 1 gr naphtol dan 1 ½ cc soda di aduk sampai rata betul lalu diberi air mendidih 100 cc diaduk sampai cairan napthol kelihatan jernih/bening.Jika belum jernih di tambah air mendidih sedikit lagi, sesudah itu baru air dingin yang 150 cc di campurkan.
2. Larutan garam : 2 gr garam dilarutkan dengan air sebanyak sama dengan larutan napthol, jadi 250 cc air dingin.
3. Bila sudah larut semua, baiknya larutan tersebut dicoba diatas lap yang putih, supaya dapat diketahui warna yang diketahui warna yang dikehendaki, karena biasanya warna nampaknya kurang cocok. Kalu ingin warna yang muda, larutkan napthol dan garam ditambahi air dingin sedikit demi sedikit sampai terdapat warna yang dikehendaki.
Proses mewarnai kain batik :
Kain yang selesai di batik, dicuci dengan sikat supaya hilang kanjinya, lalu di jemur tetapi tidak sampai kering. Sesudah itu dimasukkan dalam larutan naphtol dulu. 6 kali dimuka dan 6 kali di belakang. Dijemur kembali sampai kering lalu di masukkan dalam larutan garam . Sebaiknya mewarnai kain batik di ulangi lagi seperti diatas tetapi hanya 3 kali di muka dan 3 kali di belakang. Maksudnya supaya warna bisa rata dan agak mengkilap. Dijemur kembali sampai kering, lalu di masukkan dalm air mendidih untuk menghilangkan malamnya.
Mewarnai Batik






enak pakenya..buatnya ribet bener
betul…karena itu batik pantas di pertahankan..
sekarang batik semakin di akui bahkan oleh mancanegara,kita bangga memiliki batik…
dan ternyata pembuatannya memang tdk mudah ya…
proud 2 be indonesian with batik…sip
learningcentersbw.com is very informative. The article is very professionally written. I enjoy reading learningcentersbw.com every day.