<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Learning Center SBW &#187; clay</title>
	<atom:link href="http://learningcentersbw.com/tag/clay/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://learningcentersbw.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Oct 2010 03:54:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image>
<link>http://learningcentersbw.com</link>
<url>http://learningcentersbw.com/wp-content/mbp-favicon/logosbw.png</url>
<title>Learning Center SBW</title>
</image>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Membuat Ketrampilan Clay</title>
		<link>http://learningcentersbw.com/cara-membuat/membuat-ketrampilan-clay</link>
		<comments>http://learningcentersbw.com/cara-membuat/membuat-ketrampilan-clay#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 04:48:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sbw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cara Membuat]]></category>
		<category><![CDATA[clay]]></category>
		<category><![CDATA[ketrampilan]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://learningcentersbw.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[
Clay mempunyai arti tanah liat, tetapi bahan dasar yang dipergunakan dalam pelatihan ketrampilan yang di adakan oleh Kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur bukanlah dari tanah liat, tetapi bahan sesungguhnya terbuat dari &#8220;tepung kue&#8220;. Bahan dasar untuk membuat ketrampilan Clay ini bisa bermacam-macam, akan tetapi melihat dari segi efisien serta kebersihan proses pengerjaan lebih baik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a name="Membuat Ketrampilan Clay"></a><br />
<strong><a title="ketrampilan clay" href="http://learningcentersbw.com/pelatihan/terbuka-peluang-usaha-hantaran-clay" target="_blank">Clay</a> </strong>mempunyai arti tanah liat, tetapi bahan dasar yang dipergunakan dalam pelatihan ketrampilan yang di adakan oleh <em>Kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur</em><strong> </strong>bukanlah dari tanah liat, tetapi bahan sesungguhnya terbuat dari &#8220;<a title="ketrampilan kue kering" href="http://learningcentersbw.com/pelatihan/ketrampilan-kue-kering" target="_blank">tepung kue</a>&#8220;. Bahan dasar untuk membuat ketrampilan<strong> Clay</strong> ini bisa bermacam-macam, akan tetapi melihat dari segi efisien serta kebersihan proses pengerjaan lebih baik menggunakan bahan dasar tepung kue seperti yang disampaikan oleh Ibu Monica Harijati Hariboentoro pada pelatihan ketrampilan <strong>Clay</strong>.</p>
<p>Berikut adalah bahan dasar yang di gunakan untuk ketrampilan Clay :</p>
<p>Bahan<br />
a. tepung kanji<br />
b. tepung terigu<br />
c. tepung beras<br />
d. pengawet kue ( natrium benzoat )<br />
e. lem putih (PVAC)</p>
<p><span id="more-202"></span></p>
<p>Cara Buat<br />
a. tepung kanji, terigu, beras dicampur semua dengan perbandingan 1 : 1 : 1<br />
b. tambahkan pengawet dan lem<br />
c. uleni sampai kalis<br />
d. campurkan pewarna</p>
<p>Pewarnaan<br />
Bisa menggunakan berbagai macam pewarna (cat air, acrylic, poster, oil). Pewarna dicampur ke dalam adonan lalu diuleni sampai merata.</p>
<p>Pembentukan<br />
Setelah semua bahan telah siap, maka bahan bisa di bentuk sesuai dengan keinginan</p>
<p>Pengeringan<br />
Model yang sudah jadi dapat dibiarkan saja, hanya di angin-anginkan. Atau juga dapat di keringkan di bawah matahari,tetapi tidak secara langsung.(wba)<br />
<a href="#Membuat Ketrampilan Clay">Membuat Ketrampilan Clay</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learningcentersbw.com/cara-membuat/membuat-ketrampilan-clay/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terbuka Peluang Usaha Hantaran &amp; Clay</title>
		<link>http://learningcentersbw.com/pelatihan/terbuka-peluang-usaha-hantaran-clay</link>
		<comments>http://learningcentersbw.com/pelatihan/terbuka-peluang-usaha-hantaran-clay#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 09:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sbw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[clay]]></category>
		<category><![CDATA[hantaran]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://learningcentersbw.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[
Ditangan seorang kreatif, apapun bisa menjadi berharga. Dari tepung bisa menjadi boneka lucu yang bernilai jual tinggi. Begitu pula hamparan kain dan kardus bisa nampak cantik yang juga punya nilai tambah. Kreatifitas inilah yang diperoleh para anggota SBW pada Juli lalu.
 
 
Tanah liat memang bukan hal asing. Dari tanah liat bisa menjadi berbagai alat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a name="peluang usaha hantaran&amp;clay"></a><br />
Ditangan seorang kreatif, apapun bisa menjadi berharga. Dari tepung bisa menjadi boneka lucu yang bernilai jual tinggi. Begitu pula hamparan kain dan kardus bisa nampak cantik yang juga punya nilai tambah. Kreatifitas inilah yang diperoleh para anggota SBW pada Juli lalu.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: justify;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"><img class="alignright size-full wp-image-158" title="clay" src="http://learningcentersbw.com/wp-content/uploads/2009/07/clay.jpg" alt="Terbuka Peluang Usaha Hantaran & Clay " width="214" height="150" />Tanah liat memang bukan hal asing. Dari tanah liat bisa menjadi berbagai alat dapur hingga atap rumah. Ditangan seorang yang berjiwa seni, tanah liat juga bisa berubah menjadi berbagai barang bernilai seni. Ditangan anak-anak, tanah liat bisa berubah menjadi berbagai mainan. Pendek kata, tanah liat bisa berubah menjadi berbagai barang yang bernilai apapun bergantung dari kreatiftasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB">Tapi sebagian ada juga yang menganggap tanah liat, membuat tangan, baju dan tempat menjadi kotor. Dari permasalahan ini nampaknya justru memunculkan ide kreatif untuk menggantikan tanah liat dengan tepung. Hasilnya, berbagai boneka kecil yang lucu dan mempunyai nilai jual tinggi dan cocok sebagai souvenir. Kreatifitas dari tepung inilah yang kemudian disebut dengan <strong>clay</strong><em>.</em> Hasil kreatifitas <strong>clay</strong> ini nampaknya juga mulai banyak ditemuai dipasaran. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB">Mengingat peluang pasar <strong>clay</strong> ini masih cukup tinggi, maka anggota SBW pada RK-RAPB 2009 mengusulkan ketrampilan <strong>clay</strong>. Usulan anggota yang telah disepakati ini telah dilaksanakan pada Juli lalu dengan melibatkan 109 peserta. Dari jumlah peserta tersebut dibagi menjadi 3 kelas. Sedang pelaksanaanya dibagi menjadi 2 hari yaitu 15 Juli dan 19 Juli. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB">“<strong>Clay</strong> ini mempunyai nilai seni tinggi. Jadi hargapun, kita sendiri yang bisa menentukan. Semakin kita kreatif dan hasilnya sangat digemari maka harganya juga bisa dipatok tinggi. Untuk sebuah boneka dengan tinggi sekitar 5 cm ini harganya bisa sampai Rp 35 ribu,“ tukas Ibu Monica dihadapan peserta pelatihan ketrampilan clay yang sekaligus untuk memotivasi peserta agar lebih bersemangat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB">Nampaknya ibu-ibu anggota juga sangat bersemangat dengan pelatihan ketrampilan tersebut. Seakan menemukan mainan baru, ibu – ibu mulai meremas-remas tepung ditangannya hingga liat. Setelah itu merekapun dibimbing untuk membuat boneka dan bunga dari tepung tersebut. Diluar dugaan, dalam pelatihan sehari itu, ternyata ibu-ibu telah bisa membuat boneka kecil yang lucu. Meski untuk bisa menghasilkan produk yang layak jual, masih perlu pelatihan lebih lanjut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB">Dibalik pelatihan tersebut, ternyata juga ada cerita lain yang cukup menarik. Tim yang telah ditunjuk untuk mengawal pelatihan ketrampilan ini ternyata kesulitan mencari instruktur. Karena dari 10 ribu anggota SBW, ternyata belum ada yang menjadi pelatih <strong>clay</strong>. Tim yang terdiri dari PPL itupun <em>mengubek-ubek</em> toko buku untuk mencari buku <strong>clay</strong>. Dari buku itulah ditemukan nama Ibu Monica sebagai pengarang buku <strong>clay</strong>. Tim pun kemudian menghubungi penerbit agar bisa menemui sang penulis tersebut. Maka legalah tim ini setelah mendapat kepastian dari Ibu Monica tentang kesanggupannya melatih anggota SBW.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"><img class="alignleft size-medium wp-image-160" title="cimg2506" src="http://learningcentersbw.com/wp-content/uploads/2009/07/cimg2506-221x300.jpg" alt="Terbuka Peluang Usaha Hantaran & Clay " width="123" height="169" />Berbeda dengan pelatihan membuat hantaran. Untuk pelatihan ini, tim tidak kesulitan mencari instruktur. Karena Ibu Laksmiwati Etty yang pernah memberikan pelatihan kerajinan dari <strong>kertas semen</strong> tersebut juga mahir dalam membuat <strong>hantaran</strong>. Bahkan Ibu Etty anggota kelompok 370 ini juga sudah mengarang buku tentang <strong>hantaran</strong>. Sehingga di bulan Juli itu pula usulan anggota tentang ketrampilan membuat <strong>hantaran</strong> bisa direalisasi. <span id="more-154"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB">Dalam ketrampilan tersebut melibatkan 430 peserta yang dibagi menjadi 8 Kelas. Pada 21 Juli lalu misalnya, satu kelas terdiri dari 55 peserta yang mengikuti pelatihan mulai dari pukul 9.<sup>00</sup> hingga 4.<sup>00 </sup>. Pelatihan ini dimulai sejak tanggal 17 Juli kemudian dilanjutkan pada 21, 24, 26, 28, 29, 30 dan 31 Juli. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB">Berbeda dengan pelatihan <strong>clay</strong> dimana tangan peserta belepotan tepung. Kalau dalam pelatihan membuat hantaran ini, ruang pertemuan gedung 2 nampak berubah menjadi pasar kain. Karena setiap peserta membawa sperangkat busana wanita mulai dari yang dalam hingga luar sebagaimana sering digunakan pada acara pinangan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB">Setelah mendapat pengarahan dan pengajaran dari instruktur, pesertapun mempraktekannya. Tak pelak, pesertapun bertebaran di lantai untuk melipat kain-kainnya menjadi bebagai bentuk. Ada yang berbentuk bunga hingga bentuk burung. Begitu pula pakaian dalam yang biasanya juga ada dalam hantaran, dirubah menjadi berbagai bentuk. Sehingga setelah semua itu ditata maka menghasilkan hantaran yang<span> </span>manis. Satu prinsip dalam membuat<strong> hantaran</strong> menurut Ibu Etty, kreasi bentuk tidak sampai merusak kain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB">“Pelatihan untuk membuat <strong>hantaran</strong> ini sebetulnya tidak cukup hanya sehari. Tapi kalau untuk ketrampilan dasar sudah cukup. Artinya dalam pelatihan sehari ini sudah cukup membantu ibu-ibu untuk membuat <strong>hantaran</strong>. Ya… kalau untuk tetangga atau untuk keluarga sendiri, hasil pelatihan ini sudah cukup. Tapi kalau untuk dikomersialkan tentunya butuh kreatifitas lebih jauh. Dan itu butuh pendalaman ketrampilan lagi. Tapi jangan kuatir, ibu-ibu bisa menghubungi saya setiap saat untuk berkonsultasi,” ujar Ibu Eti penuh semangat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB">Disampaikan pula sebenarnya membuat <strong>hantaran</strong> itu cukup memberikan peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Dicontohkannya untuk tempat <strong>hantaran</strong> saja yang terbuat dari kardus dan dihiasi berbagai pernik bunga bisa berharga sampai Rp 100 ribu. Itu belum kreasi <strong>hantaran</strong>nya yang tentu juga ada harganya sendiri. Tentu saja ini tantangan bagi ibu-ibu anggota memperdalam ketrampilannya. Sehingga apa yang didapat dalam pelatihan bisa untuk menambah penghasilan keluarga. Sebagaimana selalu disampaikan pengurus disetiap membuka pelatihan ketrampilan untuk anggota. Seperti diketahui dalam tahun ini SBW merealisasi 8 jenis pelatihan ketrampilan ekonomi untuk anggota. (gt) </span></p>
<p><a href="#terbuka peluang usaha hantaran &amp; clay">usaha hantaran &amp; clay</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learningcentersbw.com/pelatihan/terbuka-peluang-usaha-hantaran-clay/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

