<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Learning Center SBW &#187; koperasi</title>
	<atom:link href="http://learningcentersbw.com/tag/koperasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://learningcentersbw.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Oct 2010 03:54:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image>
<link>http://learningcentersbw.com</link>
<url>http://learningcentersbw.com/wp-content/mbp-favicon/logosbw.png</url>
<title>Learning Center SBW</title>
</image>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Dasar Membuat Rajutan atau breien</title>
		<link>http://learningcentersbw.com/cara-membuat/dasar-membuat-rajutan-atau-breien</link>
		<comments>http://learningcentersbw.com/cara-membuat/dasar-membuat-rajutan-atau-breien#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 05:35:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sbw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cara Membuat]]></category>
		<category><![CDATA[breien]]></category>
		<category><![CDATA[ketrampilan]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://learningcentersbw.com/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[
Pelatihan ketrampilan Breien yang diadakan oleh KopWan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur pada tanggal 20 Oktober 2009 sampai dengan 27 Oktober 2009 dan di ikuti oleh 135 peserta berjalan cukup lancar .Ketrampilan pelatihan breien ini  diadakan  bertujuan untuk meningkatkan tingkat  sumberdaya manusia yang ada di dalam koperasi wanita Setia Bhakti wanita Jawa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a name="Dasar Membuat Rajutan atau breien "></a></p>
<div id="attachment_259" class="wp-caption alignleft" style="width: 155px"><a rel="attachment wp-att-259" href="http://learningcentersbw.com/cara-membuat/dasar-membuat-rajutan-atau-breien/attachment/img_2599"><img class="size-medium wp-image-259" title="breien" src="http://learningcentersbw.com/wp-content/uploads/2009/11/IMG_2599-233x300.jpg" alt="ketrampilan breien" width="145" height="160" /></a><p class="wp-caption-text">ketrampilan breien</p></div>
<p>Pelatihan ketrampilan Breien yang diadakan oleh KopWan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur pada tanggal 20 Oktober 2009 sampai dengan 27 Oktober 2009 dan di ikuti oleh 135 peserta berjalan cukup lancar .Ketrampilan pelatihan breien ini  diadakan  bertujuan untuk meningkatkan tingkat  sumberdaya manusia yang ada di dalam koperasi wanita Setia Bhakti wanita Jawa Timur sehingga di harapkan terciptanya individu koperasi yang mandiri serta berkarya.</p>
<p>Di butuhkan ketelitian serta ketelatenan untuk dapat menciptakan sebuah rajutan atau breien yang indah. Berikut adalah cara-cara untuk membuat rajutan atau breien :<br />
1.	Istilah dalam merajut.<br />
Knit (k) adalah mengaitkan sebuah benang dari arah depan atau atas (yang lebih dekat ke badan kita), menghasilkan tampilan seperti rantai vertikal ( dinamakan tusuk lurus, tusuk bawah).</p>
<p>Purl (p) adalah mengaitkan sebuah  benang dari arah belakang atau bawah, menghasilkan tampilan seperti bentangan horizontal  (tusuk atas)&#8230;.<span id="more-258"></span></p>
<p>Cast on ( co) adalah gabungan tusukan dasar yang akan menjadi pondasi rajutan. Bisa dibandingkan seperti membuat rantai awal dalam merenda.(tusuk awal)</p>
<p>2.	Alat yang di butuhkan :</p>
<div id="attachment_260" class="wp-caption alignright" style="width: 165px"><a rel="attachment wp-att-260" href="http://learningcentersbw.com/cara-membuat/dasar-membuat-rajutan-atau-breien/attachment/img_2607"><img class="size-medium wp-image-260" title="alat breien" src="http://learningcentersbw.com/wp-content/uploads/2009/11/IMG_2607-300x207.jpg" alt="alat breien" width="155" height="137" /></a><p class="wp-caption-text">alat breien</p></div>
<p>-	Breipen ( sejenis jarum berukuran besar) adalah alat yang di gunakan untuk merajut. Alat ini bisa terbuat dari almunium, bamboo, kayu maupun plastik. Untuk pemula sebaiknya menggunakan jarum rajut berukuran besar ( 8- 10)<br />
-	Benang yang di gunakan dalam merajut/breien adalah benang yang berbahan katun, benang wol lokal, benang wol 2 ply, softy cotton,benang bulky, wol katun tebal.</p>
<p>Tetapi untuk pemula disarankan menggunakan benang 6 ply.<br />
-	Gunting<br />
3.	Langkah-langkah dalam merajut :<br />
-	Simpul dasar<br />
•	Sebelum membuat simpul dasar, buat dulu co (cast on) di salah satu ujung jarum rajut.<br />
•	Buat simpul awal, masukkan benang pada ibu jari bagian luar. Tarik sesuai diameter jarum<br />
-	Tusuk dasar Breien<br />
•	Knit / k (tusuk bawah)<br />
Buat Co awal, masukkan jarum rajut di sebelah kanan ke lubang sebelah kiri, kaitkan benang pada jarum rajut di sebelah kanan, cukit keluar benang melalui lubang dengan memakai  jarum sebelah kanan.<br />
•	Purl / p (tusuk atas )<br />
Buat Co awal, masukkan jarum rajut di sebelah kanan ke belakang bawah ke atas, kaitkan benang pada jarum, cukit keluar kaitan benang.</p>
<p>4.	Variasi tusukan.<br />
-	Motif garter ( garter stitch)<br />
•	Buat co 20 sts<br />
•	Baris 1: buat k 20 , balik<br />
•	Baris 2: buat k 20, balik<br />
•	Ulangi terus hingga mencapai panjang yang diinginkan.<br />
-	Motif stokinette<br />
•	Buat co 20 sts<br />
•	Baris 1: buat k 20, balik<br />
•	Baris 2: buat p 20, balik<br />
•	Ulangi baris 1 dan 2 hingga mencapai panjang yang diinginkan<br />
-	Motif biji (seed stitch)<br />
•	Buat co 20 sts<br />
•	Baris 1 : buat (k1, p1), ulangi 2 kali sampai ujung.<br />
•	Lakukan terus pada setiap baris hingga mencapai panjang yang dikehendaki.<br />
-	Motif renda (ribbed stitch)<br />
Jenis tusuk ini di gunakan untuk menyelesaikan suatu rajutan . hasil dari tusukannya bersifat elastic dan lebih kecil jika dibandingkan tusuk garter atau stokinette.</p>
<p><a href="#Dasar Membuat Rajutan atau breien ">Dasar Membuat Rajutan atau breien </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learningcentersbw.com/cara-membuat/dasar-membuat-rajutan-atau-breien/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mewarnai Batik</title>
		<link>http://learningcentersbw.com/cara-membuat/mewarnai-batik</link>
		<comments>http://learningcentersbw.com/cara-membuat/mewarnai-batik#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 04:29:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sbw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cara Membuat]]></category>
		<category><![CDATA[breien]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://learningcentersbw.com/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[
Pelatihan ketrampilan batik yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu mendapatkan antusias yang cukup besar dari anggota koperasi wanita Setia Bhakti Wanita Jawa Timur, kecintaan pada batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia mendorong semangat anggota kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur untuk tetap melestarikannya dengan cara mengikuti pelatihan ketrampilan batik. Setelah pembahasan mengenai cara mengolah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a name="Mewarnai Batik "></a><br />
<a title="ketrampilan batik" href="http://learningcentersbw.com/pelatihan/ketrampilan-batik-2" target="_blank">Pelatihan ketrampilan batik</a> yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu mendapatkan antusias yang cukup besar dari anggota koperasi wanita Setia Bhakti Wanita Jawa Timur, kecintaan pada batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia mendorong semangat anggota kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur untuk tetap melestarikannya dengan cara mengikuti pelatihan ketrampilan batik. Setelah pembahasan mengenai cara <a title="cara membuat batik" href="http://learningcentersbw.com/cara-membuat/cara-membuat-batik" target="_blank">mengolah kain batik </a>dan sejenisnya, berikut adalah proses pewarnaan pada kain batik.<br />
Alat-alat yang dibutuhkan :<br />
-	1 timbangan surat<br />
-	1 gelas untuk takeran soda dari 100 cc atau pipet (tetesan)<br />
-	1 gelas untuk takeran air dari 500 cc<br />
-	2 mangkok soto yang besar<br />
-	2 sendok bebek dari plastik<br />
-	1 pasang sarung tangandari karet<br />
-	1 sikat untuk cucian<br />
-	2 pensil atau kuas yang kecil untuk  “nyolet”<br />
-	1 gawang untuk jemuran / tali dariu plastic<br />
Obat-obatan yang dipakai untuk membuat warna berupa puder terdiri dari 2 macam, yaitu :<span id="more-253"></span><br />
1.	Napthol<br />
Harus dicampur dengan cairan soda (loog), kalau sudah campur di beri air mendidih sampai jernih lalu diberi air dingin<br />
2.	Garam<br />
Cukup di beri air dingin<br />
Cara membuat Loog :<br />
Cairan soda sebanyak 441 gr, caustik soda (soda air), 1 liter Gedistileerd water (dapat beli di apotik). Semua ini dicampur jadi satu supaya cair. Kalau sudah cair diukur dengan ukuran yang namanya “Baume”. Ukuran cairan soda harus terdapat 360 be (baume),baru dapat di pakai.<br />
Perbandingan :<br />
1.	Naphtol dan Soda	: 1 gr napthol, 1 ½ cc loog (air soda), 250 cc air (terdiri 100 cc air mendidih dan 150 cc air dingin )<br />
2.	Naphtol dan garam	: 1 gr naphtol, 2/3 garam, 250 cc air dingin.<br />
Cara mencairkan obat-obat tersebut :<br />
1.	1 gr naphtol dan 1 ½ cc soda di aduk sampai rata betul lalu diberi air mendidih 100 cc diaduk sampai cairan napthol kelihatan jernih/bening.Jika belum jernih di tambah air mendidih sedikit lagi, sesudah itu baru air dingin yang 150 cc di campurkan.<br />
2.	Larutan garam : 2 gr garam dilarutkan dengan air sebanyak sama dengan larutan napthol, jadi 250 cc air dingin.<br />
3.	Bila sudah larut semua, baiknya larutan tersebut dicoba diatas lap yang putih, supaya dapat diketahui warna yang diketahui warna yang dikehendaki, karena biasanya warna nampaknya kurang cocok. Kalu ingin warna yang muda, larutkan napthol dan garam ditambahi air dingin sedikit demi sedikit sampai terdapat warna yang dikehendaki.<br />
<a name="Mewarnai Batik"></a><br />
Proses mewarnai kain batik :<br />
Kain yang selesai di batik, dicuci dengan sikat supaya hilang kanjinya, lalu di jemur tetapi tidak sampai kering. Sesudah itu dimasukkan dalam larutan naphtol  dulu. 6 kali dimuka dan 6 kali di belakang. Dijemur kembali sampai kering lalu di masukkan dalam larutan garam . Sebaiknya mewarnai kain batik di ulangi lagi seperti diatas tetapi hanya 3 kali di muka dan 3 kali di belakang. Maksudnya supaya warna bisa rata dan agak mengkilap. Dijemur kembali sampai kering, lalu di masukkan dalm air mendidih untuk menghilangkan malamnya.<br />
<a href="#Mewarnai Batik ">Mewarnai Batik </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learningcentersbw.com/cara-membuat/mewarnai-batik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketrampilan Breien</title>
		<link>http://learningcentersbw.com/pelatihan/ketrampilan-breien</link>
		<comments>http://learningcentersbw.com/pelatihan/ketrampilan-breien#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 08:07:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sbw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[breien]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://learningcentersbw.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[
Sweater yang hangat, syal yang nyaman adalah beberapa dari karya indah yang dapat dihasilkan melalui seni merajut atau biasa di sebut dengan Breien atau Knitting. Alat yang digunakan pada Breien untuk menghasilkan sebuah rajutan adalah 2 buah Breipen / stick dan benang untuk breien. Pengunaan 2 buah stick inilah yang membedakan antara breien dengan crochet. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a name="Ketrampilan Breien"></a></p>
<div id="attachment_247" class="wp-caption alignleft" style="width: 141px"><a rel="attachment wp-att-247" href="http://learningcentersbw.com/pelatihan/ketrampilan-breien/attachment/img_2604"><img class="size-medium wp-image-247" title="ketrampilan breien" src="http://learningcentersbw.com/wp-content/uploads/2009/10/IMG_2604-246x300.jpg" alt="ketrampilan breien di kopwan sbw" width="131" height="160" /></a><p class="wp-caption-text">ketrampilan breien di kopwan sbw</p></div>
<p>Sweater yang hangat, syal yang nyaman adalah beberapa dari karya indah yang dapat dihasilkan melalui seni merajut atau biasa di sebut dengan <strong>Breien</strong> atau Knitting. Alat yang digunakan pada Breien untuk menghasilkan sebuah rajutan adalah 2 buah Breipen / stick dan benang untuk breien. Pengunaan 2 buah stick inilah yang membedakan antara breien dengan crochet. Hasil dari ketrampilan <strong>Breien</strong> ini selain bisa di gunakan untuk pelengkap berbusana sehari-hari juga bisa menambah penghasilan keluarga.<br />
Sejalan dengan RK-RAPB 2009 yang menyepakati ketrampilan <strong>Breien</strong> sebagai salah satu ketrampilan yang di adakan pada tahun 2009 ini maka pada tanggal 20 Oktober 2009 diadakan ketrampilan Breien di gedung II <em>Koperasi</em> setia Bhakti Wanita. Pelatihan <strong>ketrampilan</strong> yang diadakan selama beberapa hari ini diikuti oleh 135 anggota KopWan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur. Mengingat juga jumlah peserta pelatihan yang begitu banyak, maka di bagi beberapa kelompok pelatihan ketrampilan Breien dalam beberapa hari pelatihan. Dalam satu hari terdapat 2 sesi pelatihan yaitu pukul 09.00 sampai dengan 12.00 untuk sesi pertama dan pukul 13.00 sampai dengan 16.00 untuk sesi kedua&#8230;[..]<span id="more-246"></span>Pelatihan <strong>ketrampilan Breien</strong> ini akan berlangsung pada tanggal 20 Oktober  2009 sampai dengan 22 Oktober 2009 dan di lanjutkan pada tanggal 23 Oktober 2009 sampai dengan 27 Oktober 2009. Ada 3 pembimbing untuk pelatihan ketrampilan Breien ini yaitu Ny. Wokky (klp.10), Diana Chandra (klp. 84), Retno (PPL),sehingga dalam penyampaian pelatihan breien dapat dilakukan  secara bertahap dan lebih mendalam ke peserta pelatihan.<br />
Dalam pelatihan ketrampilan Breien dengan biaya  Rp. 80.000,- ini, peserta pelatihan akan memperoleh sepasangan Breipen ( alat seperti jarum berukuran logam dan sejenisnya) dan sejumlah benang khusus ketrampilan Breien. Seperti pelatihan-pelatihan ketrampilan yang diadakan sebelumnya, pelatihan kali ini diharapkan juga dapat menambah kemampuan anggota KopWan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur dalam berkarya sehingga meningkatkan sumber daya manusia yang terdapat dalam Kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur.<br />
<a href="#Ketrampilan Breien">Ketrampilan Breien</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learningcentersbw.com/pelatihan/ketrampilan-breien/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat Batik</title>
		<link>http://learningcentersbw.com/cara-membuat/cara-membuat-batik</link>
		<comments>http://learningcentersbw.com/cara-membuat/cara-membuat-batik#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 05:23:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sbw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cara Membuat]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[jawa-timur]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://learningcentersbw.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[
Batik, merupakan salah satu dari beragam kebudayaan kerajinan bernilai  tinggi yang di miliki oleh bangsa Indonesia.  Seluruh dunia pun telah mengakui bahwa kebudayaan kerajinan Batik merupakan kebudayaan asli milik bangsa Indonesia, hal ini dipertegas oleh UNESCO (lembaga di bawah PBB) dengan meresmikan Batik sebagai ikon budaya bangsa yang memiliki keunikan serta simbol dan filosofi yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a name="Cara Membuat Batik"></a><br />
Batik, merupakan salah satu dari beragam kebudayaan kerajinan bernilai  tinggi yang di miliki oleh bangsa Indonesia.  Seluruh dunia pun telah mengakui bahwa kebudayaan kerajinan Batik merupakan kebudayaan asli milik bangsa Indonesia, hal ini dipertegas oleh UNESCO (lembaga di bawah PBB) dengan meresmikan Batik sebagai ikon budaya bangsa yang memiliki keunikan serta simbol dan filosofi yang mendalam mencakup siklus kehidupan manusia pada tanggal 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.Seni budaya bangsa yang mencerminkan pribadi bangsa ini yang telah di wariskan dari generasi ke generasi , merupakan tanggung jawab kita sebagai anak bangsa untuk melestarikan kebudayaan kerajinan bernilai tinggi ini.</p>
<p>Untuk melestarikan kebudayaan bangsa yang bernilai seni tinggi dan untuk meningkatkan kemampuan ketrampilan kaum wanita khususnya anggotanya, maka Kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur telah mengadakan Pelatihan Ketrampilan Batik pada tanggal 19, 22, 23 dan 26 Juni 2009. Berikut adalah cara untuk membuat batik tulis seperti yang telah disampaikan pada pelatihan ketrampilan Batik :</p>
<p>Pendahuluan</p>
<p>Untuk membuat “Batik Tulis” dibutuhkan antara lain :</p>
<p>-          Kain putih putih lebar 1,10 meter dan ini kita sebut “White Cambric”.  Jadi khusus / special kain tersebut untuk batik. Biasanya kain tersebut harus kita beli 1 piece, dan ini berukuran 17 ½ yard x42 inch. Dari kain berukuran ini dapat kita bagi menjadi 6 helai kain. Tetapi sekarang di Jogja dan Solo kita dapat membeli 1 lembar atau beberapa lembar yang kita butuhkan ( 1 lembar=2 ½ meter)<span id="more-206"></span></p>
<p>Cara mengolah kain :</p>
<p>Sebelum kain ini di batik, kita cuci terlebih dahulu, dan kalau akan di batik dengan menggunakan warna (seperti kain dari pekalongan ), harus di “ketel” atau di “loyor” terlebih dahulu. Sesudah di cuci atau di ketel, lalu di “kanji” di teruskan dengan di “kemplong”. Dan mencucinya tidak boleh menggunakan sabun, maksud dari pencucian tersebut ialah untuk menghilangkan kanji pabrik dan lemak.</p>
<p>Yang di butuhkan untuk membatik:</p>
<p>-          1 kompor kecil atau anglo kecil (prapen)</p>
<p>-          1 wajan kecil dan malam batik</p>
<p>-          5 biji canting, yang terdiri dari ( 1 untuk ngengreng / klowongan, 1 untuk isen-isen, 1 untuk cecekan/ titik-titik, 1 untuk tembokan, 1 untuk seret dua / garis yang berjejeran )</p>
<p>-          Beberapa helai “ijuk” yang halus sampai yang kasar, ini kita pergunakan untuk “menyogok” bila canting yang kita pakai buntu. Cara mengetel atau mengloyor kain putih tersebut di cuci tanpa sabun lalu di jemur sampai kering.</p>
<p>Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mengetel :</p>
<ol>
<li>Minyak      kacang : minyak klenteng, minyak jarak atau minyak wijen</li>
<li>Air      abu dari merang, abu dapur atau soda pabrik. Biasanya yang kita pakai      landa merang dengan minyak kacang dengan perbandingan :</li>
</ol>
<p>-          75 cc minyak kacang, 20 gr air merang (landa), ½ liter atau 1 liter air biasa (ini ukuran untuk 1 lembar kain putih )</p>
<p>Tahap Pertama:</p>
<p>Air ½  liter di campur dengan 20 gr landa atau air merang atau air soda abu dan di adul-aduk samapai campur betul. Kemudian minyak kacang 75 cc dimasukkan campuran tersebut akan menjadi berwarna kuning dan akhirnya berubah menjadi putih seperti susu. Kain putih yang sudah di cuci dan kering tadi dimasukkan, diaduk / di uleni sampai rata, lalu di jemur sampai kering. Pengadukkan (menguleni) ini diulangi sampai 20 x , dan setiap kali pengadukan air yang seperti susu tadi di tambahai ½ liter air soda / landa . Sesudah di uleni sampai bersih tanpa sabun lalu di kanji. Jika mengkanji kain tersebut jangan langsung di jemur, tetapi dibiarkan dahulu sampai air kanjinya sampai habis menetes, kalau sudah agak mengering, baru di jemur sampai kering. Kemudian di “kemplong”.</p>
<p>Caranya Mengemplong :</p>
<p>Kain yang telah kering tadi lalu di gulung, ditaruh diatas kayu yang halus , panjangnya kira-kira 1 meter dan kain tersebut dipukul-pukul dengan palu kayu. Agar kain tersebut tidak kotor, sebaiknya dibungkus dengan kain putih. Kita pukul-pukul sampai kain tersebut halus, karena itu tidak boleh di setrika, sebab serta kain akan tertarik dan akan merusak batikan kita.</p>
<p>Caranya Membatik :</p>
<p>Malam dimasukkan dalam wajan, dipanaskan sampai cair, canting klowongan dimasukkan dalam malam yang panas, kita ambil sedikit, baru kita mulai membatik pada kain putih tersebut. Cara menggambar di atas kain (membatiknya) harus terlihat dari belakang, agar supaya kelihatan di batik dibaliknya (di terusi) dan tidak mudah hilang, kalau nantinya diberi warna.(wba)<br />
<a href="#Cara Membuat Batik">Cara Membuat Batik</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learningcentersbw.com/cara-membuat/cara-membuat-batik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Ketrampilan Clay</title>
		<link>http://learningcentersbw.com/cara-membuat/membuat-ketrampilan-clay</link>
		<comments>http://learningcentersbw.com/cara-membuat/membuat-ketrampilan-clay#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 04:48:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sbw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cara Membuat]]></category>
		<category><![CDATA[clay]]></category>
		<category><![CDATA[ketrampilan]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://learningcentersbw.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[
Clay mempunyai arti tanah liat, tetapi bahan dasar yang dipergunakan dalam pelatihan ketrampilan yang di adakan oleh Kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur bukanlah dari tanah liat, tetapi bahan sesungguhnya terbuat dari &#8220;tepung kue&#8220;. Bahan dasar untuk membuat ketrampilan Clay ini bisa bermacam-macam, akan tetapi melihat dari segi efisien serta kebersihan proses pengerjaan lebih baik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a name="Membuat Ketrampilan Clay"></a><br />
<strong><a title="ketrampilan clay" href="http://learningcentersbw.com/pelatihan/terbuka-peluang-usaha-hantaran-clay" target="_blank">Clay</a> </strong>mempunyai arti tanah liat, tetapi bahan dasar yang dipergunakan dalam pelatihan ketrampilan yang di adakan oleh <em>Kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur</em><strong> </strong>bukanlah dari tanah liat, tetapi bahan sesungguhnya terbuat dari &#8220;<a title="ketrampilan kue kering" href="http://learningcentersbw.com/pelatihan/ketrampilan-kue-kering" target="_blank">tepung kue</a>&#8220;. Bahan dasar untuk membuat ketrampilan<strong> Clay</strong> ini bisa bermacam-macam, akan tetapi melihat dari segi efisien serta kebersihan proses pengerjaan lebih baik menggunakan bahan dasar tepung kue seperti yang disampaikan oleh Ibu Monica Harijati Hariboentoro pada pelatihan ketrampilan <strong>Clay</strong>.</p>
<p>Berikut adalah bahan dasar yang di gunakan untuk ketrampilan Clay :</p>
<p>Bahan<br />
a. tepung kanji<br />
b. tepung terigu<br />
c. tepung beras<br />
d. pengawet kue ( natrium benzoat )<br />
e. lem putih (PVAC)</p>
<p><span id="more-202"></span></p>
<p>Cara Buat<br />
a. tepung kanji, terigu, beras dicampur semua dengan perbandingan 1 : 1 : 1<br />
b. tambahkan pengawet dan lem<br />
c. uleni sampai kalis<br />
d. campurkan pewarna</p>
<p>Pewarnaan<br />
Bisa menggunakan berbagai macam pewarna (cat air, acrylic, poster, oil). Pewarna dicampur ke dalam adonan lalu diuleni sampai merata.</p>
<p>Pembentukan<br />
Setelah semua bahan telah siap, maka bahan bisa di bentuk sesuai dengan keinginan</p>
<p>Pengeringan<br />
Model yang sudah jadi dapat dibiarkan saja, hanya di angin-anginkan. Atau juga dapat di keringkan di bawah matahari,tetapi tidak secara langsung.(wba)<br />
<a href="#Membuat Ketrampilan Clay">Membuat Ketrampilan Clay</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learningcentersbw.com/cara-membuat/membuat-ketrampilan-clay/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terbuka Peluang Usaha Hantaran &amp; Clay</title>
		<link>http://learningcentersbw.com/pelatihan/terbuka-peluang-usaha-hantaran-clay</link>
		<comments>http://learningcentersbw.com/pelatihan/terbuka-peluang-usaha-hantaran-clay#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 09:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sbw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[clay]]></category>
		<category><![CDATA[hantaran]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://learningcentersbw.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[
Ditangan seorang kreatif, apapun bisa menjadi berharga. Dari tepung bisa menjadi boneka lucu yang bernilai jual tinggi. Begitu pula hamparan kain dan kardus bisa nampak cantik yang juga punya nilai tambah. Kreatifitas inilah yang diperoleh para anggota SBW pada Juli lalu.
 
 
Tanah liat memang bukan hal asing. Dari tanah liat bisa menjadi berbagai alat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a name="peluang usaha hantaran&amp;clay"></a><br />
Ditangan seorang kreatif, apapun bisa menjadi berharga. Dari tepung bisa menjadi boneka lucu yang bernilai jual tinggi. Begitu pula hamparan kain dan kardus bisa nampak cantik yang juga punya nilai tambah. Kreatifitas inilah yang diperoleh para anggota SBW pada Juli lalu.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: justify;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"><img class="alignright size-full wp-image-158" title="clay" src="http://learningcentersbw.com/wp-content/uploads/2009/07/clay.jpg" alt="Terbuka Peluang Usaha Hantaran & Clay " width="214" height="150" />Tanah liat memang bukan hal asing. Dari tanah liat bisa menjadi berbagai alat dapur hingga atap rumah. Ditangan seorang yang berjiwa seni, tanah liat juga bisa berubah menjadi berbagai barang bernilai seni. Ditangan anak-anak, tanah liat bisa berubah menjadi berbagai mainan. Pendek kata, tanah liat bisa berubah menjadi berbagai barang yang bernilai apapun bergantung dari kreatiftasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB">Tapi sebagian ada juga yang menganggap tanah liat, membuat tangan, baju dan tempat menjadi kotor. Dari permasalahan ini nampaknya justru memunculkan ide kreatif untuk menggantikan tanah liat dengan tepung. Hasilnya, berbagai boneka kecil yang lucu dan mempunyai nilai jual tinggi dan cocok sebagai souvenir. Kreatifitas dari tepung inilah yang kemudian disebut dengan <strong>clay</strong><em>.</em> Hasil kreatifitas <strong>clay</strong> ini nampaknya juga mulai banyak ditemuai dipasaran. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB">Mengingat peluang pasar <strong>clay</strong> ini masih cukup tinggi, maka anggota SBW pada RK-RAPB 2009 mengusulkan ketrampilan <strong>clay</strong>. Usulan anggota yang telah disepakati ini telah dilaksanakan pada Juli lalu dengan melibatkan 109 peserta. Dari jumlah peserta tersebut dibagi menjadi 3 kelas. Sedang pelaksanaanya dibagi menjadi 2 hari yaitu 15 Juli dan 19 Juli. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB">“<strong>Clay</strong> ini mempunyai nilai seni tinggi. Jadi hargapun, kita sendiri yang bisa menentukan. Semakin kita kreatif dan hasilnya sangat digemari maka harganya juga bisa dipatok tinggi. Untuk sebuah boneka dengan tinggi sekitar 5 cm ini harganya bisa sampai Rp 35 ribu,“ tukas Ibu Monica dihadapan peserta pelatihan ketrampilan clay yang sekaligus untuk memotivasi peserta agar lebih bersemangat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB">Nampaknya ibu-ibu anggota juga sangat bersemangat dengan pelatihan ketrampilan tersebut. Seakan menemukan mainan baru, ibu – ibu mulai meremas-remas tepung ditangannya hingga liat. Setelah itu merekapun dibimbing untuk membuat boneka dan bunga dari tepung tersebut. Diluar dugaan, dalam pelatihan sehari itu, ternyata ibu-ibu telah bisa membuat boneka kecil yang lucu. Meski untuk bisa menghasilkan produk yang layak jual, masih perlu pelatihan lebih lanjut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB">Dibalik pelatihan tersebut, ternyata juga ada cerita lain yang cukup menarik. Tim yang telah ditunjuk untuk mengawal pelatihan ketrampilan ini ternyata kesulitan mencari instruktur. Karena dari 10 ribu anggota SBW, ternyata belum ada yang menjadi pelatih <strong>clay</strong>. Tim yang terdiri dari PPL itupun <em>mengubek-ubek</em> toko buku untuk mencari buku <strong>clay</strong>. Dari buku itulah ditemukan nama Ibu Monica sebagai pengarang buku <strong>clay</strong>. Tim pun kemudian menghubungi penerbit agar bisa menemui sang penulis tersebut. Maka legalah tim ini setelah mendapat kepastian dari Ibu Monica tentang kesanggupannya melatih anggota SBW.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"><img class="alignleft size-medium wp-image-160" title="cimg2506" src="http://learningcentersbw.com/wp-content/uploads/2009/07/cimg2506-221x300.jpg" alt="Terbuka Peluang Usaha Hantaran & Clay " width="123" height="169" />Berbeda dengan pelatihan membuat hantaran. Untuk pelatihan ini, tim tidak kesulitan mencari instruktur. Karena Ibu Laksmiwati Etty yang pernah memberikan pelatihan kerajinan dari <strong>kertas semen</strong> tersebut juga mahir dalam membuat <strong>hantaran</strong>. Bahkan Ibu Etty anggota kelompok 370 ini juga sudah mengarang buku tentang <strong>hantaran</strong>. Sehingga di bulan Juli itu pula usulan anggota tentang ketrampilan membuat <strong>hantaran</strong> bisa direalisasi. <span id="more-154"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB">Dalam ketrampilan tersebut melibatkan 430 peserta yang dibagi menjadi 8 Kelas. Pada 21 Juli lalu misalnya, satu kelas terdiri dari 55 peserta yang mengikuti pelatihan mulai dari pukul 9.<sup>00</sup> hingga 4.<sup>00 </sup>. Pelatihan ini dimulai sejak tanggal 17 Juli kemudian dilanjutkan pada 21, 24, 26, 28, 29, 30 dan 31 Juli. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB">Berbeda dengan pelatihan <strong>clay</strong> dimana tangan peserta belepotan tepung. Kalau dalam pelatihan membuat hantaran ini, ruang pertemuan gedung 2 nampak berubah menjadi pasar kain. Karena setiap peserta membawa sperangkat busana wanita mulai dari yang dalam hingga luar sebagaimana sering digunakan pada acara pinangan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB">Setelah mendapat pengarahan dan pengajaran dari instruktur, pesertapun mempraktekannya. Tak pelak, pesertapun bertebaran di lantai untuk melipat kain-kainnya menjadi bebagai bentuk. Ada yang berbentuk bunga hingga bentuk burung. Begitu pula pakaian dalam yang biasanya juga ada dalam hantaran, dirubah menjadi berbagai bentuk. Sehingga setelah semua itu ditata maka menghasilkan hantaran yang<span> </span>manis. Satu prinsip dalam membuat<strong> hantaran</strong> menurut Ibu Etty, kreasi bentuk tidak sampai merusak kain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB">“Pelatihan untuk membuat <strong>hantaran</strong> ini sebetulnya tidak cukup hanya sehari. Tapi kalau untuk ketrampilan dasar sudah cukup. Artinya dalam pelatihan sehari ini sudah cukup membantu ibu-ibu untuk membuat <strong>hantaran</strong>. Ya… kalau untuk tetangga atau untuk keluarga sendiri, hasil pelatihan ini sudah cukup. Tapi kalau untuk dikomersialkan tentunya butuh kreatifitas lebih jauh. Dan itu butuh pendalaman ketrampilan lagi. Tapi jangan kuatir, ibu-ibu bisa menghubungi saya setiap saat untuk berkonsultasi,” ujar Ibu Eti penuh semangat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="EN-GB">Disampaikan pula sebenarnya membuat <strong>hantaran</strong> itu cukup memberikan peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Dicontohkannya untuk tempat <strong>hantaran</strong> saja yang terbuat dari kardus dan dihiasi berbagai pernik bunga bisa berharga sampai Rp 100 ribu. Itu belum kreasi <strong>hantaran</strong>nya yang tentu juga ada harganya sendiri. Tentu saja ini tantangan bagi ibu-ibu anggota memperdalam ketrampilannya. Sehingga apa yang didapat dalam pelatihan bisa untuk menambah penghasilan keluarga. Sebagaimana selalu disampaikan pengurus disetiap membuka pelatihan ketrampilan untuk anggota. Seperti diketahui dalam tahun ini SBW merealisasi 8 jenis pelatihan ketrampilan ekonomi untuk anggota. (gt) </span></p>
<p><a href="#terbuka peluang usaha hantaran &amp; clay">usaha hantaran &amp; clay</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learningcentersbw.com/pelatihan/terbuka-peluang-usaha-hantaran-clay/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketrampilan Kue Kering</title>
		<link>http://learningcentersbw.com/pelatihan/ketrampilan-kue-kering</link>
		<comments>http://learningcentersbw.com/pelatihan/ketrampilan-kue-kering#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 02:36:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sbw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[kue-kering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://learningcentersbw.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[
Ketrampilan Kue Kering Songsong Lebaran
oleh : Gatot Supriyanto
Lebaran sebentar lagi. Setidaknya Rhamadan sudah mulai masuk pada Agustus nanti. Bagi ibu-ibu, tentu memasuki bulan puasa dan lebaran tersebut akan menjadi kesibukan tersendiri. Kesibukan itu semakin padat ketika bulan Rhamadan mulai mendekati akhir dan lebaran menjelang. Biasanya ibu-ibu mulai sibuk keluar-masuk pasar maupun mal. Accessories rumah, busana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a name="ketrampilan kue kering"></a><br />
<strong>Ketrampilan Kue Kering</strong> Songsong Lebaran<br />
oleh : Gatot Supriyanto</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-134" title="kue kering" src="http://learningcentersbw.com/wp-content/uploads/2009/07/img_1886-300x225.jpg" alt="kue kering" width="172" height="129" />Lebaran sebentar lagi. Setidaknya Rhamadan sudah mulai masuk pada Agustus nanti. Bagi ibu-ibu, tentu memasuki bulan puasa dan lebaran tersebut akan menjadi kesibukan tersendiri. Kesibukan itu semakin padat ketika bulan Rhamadan mulai mendekati akhir dan lebaran menjelang. Biasanya ibu-ibu mulai sibuk keluar-masuk pasar maupun mal. Accessories rumah, busana hingga kue lebaran menjadi buruannya. Pendek kata disaat seperti itu tingkat konsumsi sangat tinggi.<br />
Tapi dibalik itu semua, tentu ada peluang usaha yang terbuka lebar untuk bisa dimanfaatkan. Diantara peluang usaha itu adalah bisnis <a title="ketrampilan kue kering" href="http://learningcentersbw.com/pelatihan/kue-kering" target="_self"><strong>kue kering</strong></a> yang tentunya bisa di geluti oleh ibu-ibu anggota <em>SBW</em>. Terkait dengan itulah usulan pelatihan <strong>ketrampilan kue kering</strong> direalisasi sebelum lebaran tiba. Harapannya, anggota bisa memanfaatkan moment tersebut dengan ketrampilan barunya. Kalaupun tidak untuk usaha, tentu ketrampilan membuat <a title="ketrampilan kue kering" href="http://learningcentersbw.com/pelatihan/kue-kering" target="_blank"><strong>kue kering</strong></a> itu bisa menambah jumlah jenis kue yang dipajang dimeja ruang tamu. Dan tentu akan bisa menjadi kebanggaan tersendiri, karena kue tersebut hasil karya sendiri.<br />
<img class="alignright size-medium wp-image-136" title="kue kering2" src="http://learningcentersbw.com/wp-content/uploads/2009/07/img_1891-300x292.jpg" alt="kue kering2" width="140" height="136" />Dalam pelatihan <strong>kue kering</strong> ini, Kopwan <em>SBW</em> menggandeng PT. Bogasari yang punya unit usaha pelatihan berbagai macam kue. Untuk itulah pelatihan yang diselenggarakan sejak tanggal 15 hingga 18 Juni 2009 itu diadakan di Bogasari Baking Center (BBC). Di pusat pelatihan yang berada di belakang Delta Plaza itulah anggota<em> SBW </em>berlatih membuat kue mulai pukul 08.30 hingga pukul 16.00. Ada 4 resep yang diajarkan yaitu puff stik keju, sus kering manis, almound macatron cookies dan mlinjo cookies.<span id="more-131"></span><br />
Pelatihan <strong>kue kering </strong>ini diikuti 141 anggota dan setiap anggota dikenakan biaya sebesar Rp.195.000, sebagai uang pertanggungan. Dari biaya tersebut anggota tidak hanya mendapatkan penjelasan pembuatan kue secara langsung. Bahkan peserta juga mendapatkan makan siang dari BBC.<br />
Pada pelaksanaan praktek, kelas yang terdiri dari 36 peserta itu dibagi 6 kelompok. Setiap kelompok akan menghadapi satu meja praktek. Dimeja itulah setiap kelompok saling bekerja sama untuk menyelesaiakn setiap resep. Setia presep bisa diselesaikan kelompok dalam waktu sekitar 1 jam. Sehingga pada pukul 3.00, empat resep yang diajarkan bisa tuntas dikerjakan peserta. Setelah itu hasil kerja kelompok tersebut dibagikan secara merata kepada seluruh anggotanya.<br />
Bagi anggota, pelatihan ini sangat menarik dan banyak manfaatnya. Bahkan diantara anggota peserta pelatihan sudah ada yang berani menawarkan diri untuk menerima pesan kue kering. Beberapa peserta juga mengaku sudah punya usaha pembuatan <strong>kue kering</strong>. Dengan demikian hasil pelatihan yang didapat tersebut akan semakin melengkapi ragam produknya.(wba)</p>
<p><a href="#ketrampilan kue">ketrampilan kue</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learningcentersbw.com/pelatihan/ketrampilan-kue-kering/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketrampilan Batik</title>
		<link>http://learningcentersbw.com/pelatihan/ketrampilan-batik-2</link>
		<comments>http://learningcentersbw.com/pelatihan/ketrampilan-batik-2#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 03:31:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sbw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[ketrampilan]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://learningcentersbw.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[
Batik merupakan salah satu kerajinan dari kebudayaan bangsa Indonesia yang memiliki nilai seni yang tinggi. Pada jaman dahulu , batik merupakan ketrampilan yang dimiliki oleh  kaum perempuan dan kemudian menjadi salah satu mata pencaharian. Untuk melestarikan kebudayaan bangsa yang bernilai seni tinggi dan untuk meningkatkan kemampuan ketrampilan kaum wanita khususnya anggotanya, maka Kopwan Setia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a name="ketrampilan batik"></a><br />
<img class="alignleft size-medium wp-image-124" title="batik" src="http://learningcentersbw.com/wp-content/uploads/2009/07/img_1916-224x300.jpg" alt="batik" width="122" height="164" /><a title="ketrampilan batik" href="http://learningcentersbw.com/pelatihan/ketrampilan-batik" target="_blank"><strong>Batik</strong></a> merupakan salah satu kerajinan dari kebudayaan bangsa Indonesia yang memiliki nilai seni yang tinggi. Pada jaman dahulu , <strong>batik</strong> merupakan ketrampilan yang dimiliki oleh  kaum perempuan dan kemudian menjadi salah satu mata pencaharian. Untuk melestarikan kebudayaan bangsa yang bernilai seni tinggi dan untuk meningkatkan kemampuan ketrampilan kaum wanita khususnya anggotanya, maka <em>Kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur</em> mengadakan Pelatihan <strong>Ketrampilan Batik.</strong><br />
Pelatihan ketrampilan Batik  yang diselenggarakan oleh Kopwan Setia Bhakti Wanita  dilaksanakan pada tanggal 19, 22, 23 dan 26 Juni 2009 di Gedung IV Kopwan Setia Bhakti Wanita pada pukul 09.00 sampai dengan 12.00.Peserta Pelatihan Ketrampilan Batik ini akan memperoleh pewarna batik, canting,malam atau lilin, kain untuk membatik<span id="more-119"></span><br />
Peserta Pelatihan <strong>Ketrampilan Batik</strong> juga di informasikan untuk membawa peralatan-peralatan yang diperlukan untuk proses <strong>membatik</strong> seperti yang disampaikan oleh Ibu Julius dan Ibu Soetopo selaku pembimbing pelatihan batik pada saat technical meeting sebelumnya. Dalam pembuatan batik ini, peralatan yang diperlukan antara lain : kain mori (kain yang berbahan dasar katun, sutra ), pensil 2B untuk membuat desain awal batik, canting (alat bantu yang terbuat dari bambu, mempunyai ujung tembaga serta memiliki lubang didepan) canting ini mempunyai fungsi seperti pena. Canting dipergunakan untuk mengambil lilin cair yang panas, yang dipakai sebagai penutup atau pelindung terhadap pewarna,lilin, wajan kecil dan kompor kecil untuk memanaskan lilin.<br />
Untuk membuat batik diperlukan ketelatenan dan juga kesabaran.Berikut adalah langkah yang untuk membuat batik :<br />
1.	Buatlah motif batik diatas kain mori dengan menggunakan pensil 2B, motif batik yang dibuat bisa memakai motif yang sudah umum dipakai atau menciptakan kreasi motif batik sendiri.Proses membuat motif batik di atas kain mori ini disebut molani.</p>
<p>2.	Dengan menggunakan canting yang telah diisi dengan cairan lilin, motif batik yang telah dibuat, dilapisi dengan lilin cair tersebut.Hal ini bertujuan agar pada saat pewarnaan bagian yang telah terlapisi oleh lilin tidak terkena pewarna.Setelah lilin cukup kering,selanjutnya dicuci dengan menggunakan sikat supaya hilang kanjinya lalu dijemur tetapi tidak sampai kering.Sesudah itu barulah proses pewarnaan.<br />
3.	Setelah proses pewarnaan selesai,kain batik tersebut direbus dengan air panas. Tujuannya adalah untuk menghilangkan lapisan lilin pada kain, sehingga motif kain batik yang telah digambar dapat terlihat dengan jelas.<br />
<a href="#ketrampilan batik">ketrampilan batik</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learningcentersbw.com/pelatihan/ketrampilan-batik-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Partisipasi Anggota Dalam Pengambilan Keputusan</title>
		<link>http://learningcentersbw.com/pelatihan/pelatihan-tentang-%e2%80%9cpartisipasi-anggota-dalam-pengambilan-keputusan%e2%80%9d</link>
		<comments>http://learningcentersbw.com/pelatihan/pelatihan-tentang-%e2%80%9cpartisipasi-anggota-dalam-pengambilan-keputusan%e2%80%9d#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 06:46:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sbw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[keputusan]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://learningcentersbw.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[

Senin 15 Juni 2009 sampai dengan 18 Juni 2009, Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jawa Timur bersama dengan LAPENKOPNAS ( Lembaga Pelatihan Perkoperasian Nasional ) memberikan pelatihan tentang “Partisipasi Anggota Dalam Pengambilan Keputusan” kepada anggota Kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur. Pelatihan yang dilaksanakan selama 4 hari dan berakhir tanggal 18 Juni 2009 ini di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a name="partisipasi anggota dalam pengambilan keputusan"></a><br />
<!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Senin 15 Juni 2009 sampai dengan 18 Juni 2009, K<strong>operasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jawa Timur </strong>bersama dengan LAPENKOPNAS ( Lembaga Pelatihan Perkoperasian Nasional ) memberikan pelatihan tentang “Partisipasi Anggota Dalam Pengambilan Keputusan” kepada anggota <strong>Kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur</strong>. Pelatihan yang dilaksanakan selama<span> </span>4 hari dan berakhir tanggal 18 Juni 2009 ini di ikuti oleh<span> </span>377 anggota perwakilan dari kelompok, agar materi yang diberikan bisa lebih dipahami maka pelatihan dibagi menjadi 2 sesi pertemuan setiap harinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span id="more-109"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Materi<span> </span>yang diberikan<span> </span>oleh LAPENKOPNAS disampaikan secara bertahap dan dengan menciptakan suasana pelatihan yang menyenangkan untuk kemudahan penyerapan materi. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat membuka wawasan dan pengetahuan anggota <strong>Kopwan Setia Bhakti Wanita</strong> dengan mengenali kembali apa itu koperasi?, apa yang diharapkan dengan berkoperasi?,tujuan apa yang ingin dicapai melalui koperasi? Dan segala macam ruang lingkup yang menunjang kemajuan serta perkembangan <strong>KopWan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur</strong>.Pelatihan tentang Partisipasi Anggota Dalam Pengambilan Keputusan ini juga <span> </span>bertujuan memacu anggota <strong>Kopwan Setia Bhakti Wanita</strong> agar dapat <span> </span>peduli,<span> </span>ikut serta,dan bersama-sama mengembangkan <strong>Kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur</strong>.</p>
<p><span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: Calibri;">Berpartisipasi dalam memberikan pendapat,usulan,saran maupun kritik yang membangun dalam proses pengambilan keputusan merupakan salah satu wujud kepedulian akan perkembangan ke depan<span> </span><strong>Kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur</strong>. Karena hidup atau matinya <strong>Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jawa Timur </strong>terletak pada peran serta anggota <strong>Kopwan Setia Bhakti Wanita Jawa Timur</strong> untuk tetap berpartisipasi dan melangkah dengan derap kebersamaan menuju kesejahteraan. (<em>wba</em>)<br />
</span><br />
<a href="#partisipasi anggota dalam pengambilan keputusan">partisipasi anggota dalam pengambilan keputusan</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learningcentersbw.com/pelatihan/pelatihan-tentang-%e2%80%9cpartisipasi-anggota-dalam-pengambilan-keputusan%e2%80%9d/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Tanggung Renteng</title>
		<link>http://learningcentersbw.com/pelatihan/pelatihan-tanggung-renteng</link>
		<comments>http://learningcentersbw.com/pelatihan/pelatihan-tanggung-renteng#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 05:36:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sbw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[sbw]]></category>
		<category><![CDATA[tanggung-renteng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://learningcentersbw.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[
 

Keberhasilan sistem tanggung renteng yang diterapkan oleh Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Jawa Timur dan dinamika penerapannya di dalam kelompok mendapatkan perhatian dari lembaga World Vision Indonesia-Aceh Development Program-Area Banda Aceh dan beberapa koperasi wanita di Aceh yaitu Koperasi Wanita Emperom Jaya dan Koperasi Wanita Putru Meurak.Keinginan untuk memperoleh pengetahuan mengenai sistem tanggung renteng [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a name="pelatihan tanggung renteng"></a><br />
<!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-87" title="tr" src="http://learningcentersbw.com/wp-content/uploads/2009/06/tr-300x181.jpg" alt="Pelatihan Tanggung Renteng" width="198" height="131" />Keberhasilan sistem <strong>tanggung renteng</strong> yang diterapkan oleh K<em>operasi Wanita Setia Bhakti Wanita</em> <strong>Jawa Timur</strong> dan dinamika penerapannya di dalam kelompok<span> </span>mendapatkan perhatian dari lembaga World Vision Indonesia-Aceh Development Program-Area Banda Aceh dan beberapa koperasi wanita di Aceh yaitu Koperasi Wanita Emperom Jaya dan Koperasi Wanita Putru Meurak.Keinginan untuk memperoleh pengetahuan mengenai sistem <strong>tanggung renteng</strong> serta dinamika yang terjadi seputar <strong>tanggung renteng</strong> itu sendiri, mengantarkan 10 orang perwakilan dari lembaga World Vision Indonesia-Aceh Development Program-Area Banda Aceh, Koperasi Wanita Emperom Jaya dan Koperasi Wanita Putru Meurak dari Banda Aceh untuk berkunjung ke <em>Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita</em> Jawa Timur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Senin 1 Juni 2009 pukul 08.00, 4 orang perwakilan dari lembaga World Vision Indonesia-Aceh Development Program-Area Banda Aceh, 3<span> </span>orang perwakilan dari Koperasi Wanita Emperom Jaya dan 3 orang perwakilan dari Koperasi Wanita Putru Meurak dari Banda Aceh mengikuti pelatihan sistem <strong>tanggung renteng</strong>.Materi sistem <strong>tanggung renteng</strong> disampaikan oleh Tim learning center dan dimantapkan langsung oleh Pengurus K<em>operasi Wanita Setia Bhakti Wanita</em> <strong>Jawa Timur.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span id="more-81"></span>Materi yang disampaikan tidak hanya sebatas mengenai pengertian dan penjabaran sistem <strong>tanggung renteng</strong> saja, tetapi juga proses penerapan sistem <strong>tanggung renteng</strong> ke dalam kelompok-kelompok <em>Koperasi wanita Setia Bhakti Wanita</em> <strong>Jawa Timur</strong> dengan mengajak peserta pelatihan sistem <strong>tanggung renteng</strong> terjun langsung ke dalam kelompok- kelompok <em>Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita</em> <strong>Jawa Timur</strong> yang mengadakan pertemuan kelompok.</p>
<p><span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pelatihan sistem <strong>tanggung renteng</strong> yang diikuti oleh perwakilan-perwakilan dari lembaga World Vision Indonesia-Aceh Development Program-Area Banda Aceh, Koperasi Wanita Emperom Jaya dan Koperasi Wanita Putru Meurak ini berakhir pada tanggal 6 Juni 2009. Keberhasilan sistem <strong>tanggung renteng</strong> yang diterapkan oleh <em>Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita</em> <strong>Jawa Timur</strong> diharapkan juga bisa diaplikasikan di daerah Banda Aceh melalui perwakilan-perwakilan dari lembaga World Vision Indonesia-Aceh Development Program-Area Banda Aceh, Koperasi Wanita Emperom Jaya dan Koperasi Wanita Putru Meurak setelah mengikuti pelatihan sistem <strong>tanggung renteng</strong> di Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita<strong> Jawa Timur</strong>.</span>(<em>wba</em>)<br />
<a href="#pelatihan tanggung renteng">pelatihan tanggung renteng</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learningcentersbw.com/pelatihan/pelatihan-tanggung-renteng/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

